seorang perempuan termenung menatapi senja,. di temani secangkir kopi tanpa kafein dan sebatang rokok marlboro light terselip di bibirnya, di tariknya rokok dalem dalem lalu di hembuskan asapnya secara perlahan seakan ikut menumpahkan beribu pertanyaan yang berkecamuk di dalam benaknya, pertanyaan yg sebagian bisa terjawab olehnya tapi sebagian menumbuhkan dilema,..sebuah situasi kebimbangan hati untuk memutuskannya
lalu diajaknya senja bercakap,.berharap ia bisa memberi jawab atas segala tanya
"jika hidup adalah serangkaian drama, dimana disatu sisi menampilkan kebahagiaan yang penuh tawa kegembiraan, dan disisi lainnya menampilkan tangisan karena tersungkur kalah, tolong jelaskan padaku, bagaimana memeluk mimpi agar ia tak mati perlahan?"
"jika cinta bisa memilih, pantaskah jika ia memilih kebahagiaan menurut caranya sendiri, tanpa ada yang tersakiti , tanpa di hakimi karena dianggap mementingkan egoisme diri, tanpa merasa bersalah karena melanggar etika yg selama ini di yakini."
"Jika komitmen terjadi dan di sepakati antara dua anak manusia, mengapa selalu saja ketika sebuah komitmen itu berakhir, ada yg menghubungkannya sebagai tanggung jawab manusia kepada Tuhannya? bukannkah setiap sikap, kata dan keputusan yg diambil/dilakukan oleh manusia itu adalah tanggung jawab dia dengan dirinya sendiri?"
"Jika kebahagiaan itu adalah pilihan,.. mengapa masih banyak yg bertahan dan lebih memilih menyakiti dirinya sendiri,. membohongi perasaannya sendiri dan bahkan menghianati dan menipu kata hatinya sendiri? apakah karena terlalu kerasnya dogma yg di tunjukan masyarakat, menghantam pilihannya tanpa mempertimbangkan bagaimana perasaannya?"
perempuan itu jeda sebentar,.. menunggu sang senja menjelaskan padanya,
tapi sang senja hanya diam,. memamerkan senyumnya yang paling jingga,. lalu perlahan menghilang di batas cakrawala meninggalkan si perempuan dengan sisa semburat indah,.
dan haripun semakin tua, si perempuan menghirup kopi yg tersisa, lalu beranjak dengan senyum menghias bibir, dia menyadari, tidak semua tanya harus terjawab.
*coretan seorg pemula, yg lebih mengikuti kata hati daripada logika, kalo ada kata yg tidak berkenan mohon di maapkan*
Sunday, December 14, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lagi bimbang ya wee...ikutin kata hati aja....krna itulah pilihan yg terbaik....smoga wee bisa mengambil keputusan dgn bijak.
ReplyDeleteKamu kenapa Wee?
ReplyDelete"Saat kamu tidak yakin bahwa sebuah pertanyaan tdk ada jawabannya, maka kamu takkan mendpt jawabannya. tapi jika kamu yakin pertanyaan itu pasti ada jawabannya, maka suatu saat nanti mungkin kamu bakal menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut" Ombung 2008 (cailah narsis banget!).
ketika seseorang dilanda masalah, hal itu ibarat seperti orang yang berada di dalam sebuah rumah. sebetulnya ia tahu jalan keluarnya. Bisa lewat pintu, jendela, atau bahkan atap, tergantung dia mau lewat mana, mau cara mudah atau sulit.kalau pengen bersusah-susah ya lewat atap, tp kalo' pengen mudah ya lewat pintu.
Ombung yakin (sok tahu neh Ombung hehehe..), Wee pasti sudah mengerti jawabannya (jawabannya ada dlm hati), hanya saja mungkin Wee blum punya keberanian untuk meyakini jawaban tsb. So mantapkan hati(harus yakin betul), segera lakukan apa yg dikatakan oleh hatimu. Wee pasti berhasil!!!!!!!
mohon maaf kalo' ada kalimat yg kurang berkenan, sebagai teman Ombung cuma pingin membantu, itu aja kok, ga lebih.
Oya! jgn lupa! hadapi semuanya dg senyum yg manis. Okey?
@Nia : hmmm bimbang kagak jgua sih,..*halah gimana seh* kwekekeke emmm ya sediti begitu kali
ReplyDeletebtw ma kasih buat banyak say :x
@Ombung : kadang kita sudah mendapat jawabannya,.kadang kita sudah mendapat pintunya,.. tinggal melangkah keluar,..tapi kadang ada banyak hal2 yg membuat kita tidak bisa menafikan sesuatu,..
ahh sengaja aku kaburin nulis hal diatas,.ada yg aku sembunyiin,.. hmmm suatu waktu pasti aku lebih punya keberanian untuk menulisnya secara transparant.
btw ma kasih buat semua saran dan advicenya,..
aku setuju banget dgn ucapanmu "jawabannya ada di hati"
dan juga,.seiring waktu berjalan,.jawabanya akan terkuak sendiri..
Kebahagian dan kenikmatan kadang gak sejalan.
ReplyDeleteBegitu juga kebahagiaan dan hal menyakitkan kadang gak bisa dipisahkan.
But people always survive on their own way...
Cheers, frizzy2008.
Great scene, though sad ;-)
ReplyDeleteA massive poured feeling that drag all who reads into your massive silence. Bagus banget sketsanya...
Anyway, love needs integrity, it takes sacrifices, sometime painful, but will not mean love when it only hurts (psycholog mode on:)
Hihihi, and where's the La Vita e Bella spirit? Wish you a same wish you gave today :-)
dari dulu cinta deritanya tiada akhir hihi
ReplyDeleteTerkadang mimpi tidak selamanya menjadi kenyataan… but at least kita masih brani bermimpi… Ada banyak org diluar sana yang bahkan bermimpipun takut, karena sudah merasa kalah dulu sebelum memulai… padamnya mimpi ditengah jalan, bukan akhir dai segalanya.
ReplyDeleteLet it go… and let the new one comes
wow, so deep . . . "senja"-nya ada di lubuk hati mbak wee juga ya?
ReplyDeletepDhe
walaupun pemula, "coretannya" bagus loh...
ReplyDelete