kau siratkan sejuta makna dalam kilatan matamu sore ini, di barengi dengan sikapmu yang semakin menambah ketidak mengertianku
kau coba sembunyikan kata
namun ku bisa membaca
mengartikannya lebih dari yang kau duga
kutahu kau kecewa pada langit yang tak pernah menepati janji, tak ada gerimis seperti yang ia janjikan , apalagi hujan yang sangat kau harapkan,hanya ada angin yang samar samar berhembus menawarkan aroma air, menyejukan tapi sungguh tak nyata, seperti aku yang tak nyata, hanya gambar raut wajah yg coba kau lukiskan di dinding kamar, di langit langit bahkan mungkin diangkasa ketika malam bertabur bintang ataupun kelam, sesaat utuh disana, tapi detik berikutnya yang tersisa adalah kekosongan.
"aku percaya, kini atau kapan, disini atau disuatu tempat entah di bagian mana dibelahan bumi ini, kita akan saling menemukan".
Semoga kecewa itu cepat sirna dan berganti keceriaan
ReplyDeletewah ceritanya cinta jarak jauh ya Wee?
ReplyDeletemenunggu hujan turun bukanlah sikap yg bijak, carilah hujan tersbut ke segala arah hingga kau menemuinya, di saat itulah kan kau dapati arti dari kata kebahagiaan.